Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kerja Atas Perselisihan Penentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) ditinjau dari Sistem Hukum Tenaga Kerja di Kota Batam

Pratiwi, Tirami Anggi (2016) Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kerja Atas Perselisihan Penentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) ditinjau dari Sistem Hukum Tenaga Kerja di Kota Batam. Undergraduate thesis, Universitas Internasional Batam.

[img]
Preview
Text
S-1151023-cover_id.pdf

Download (62kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S-1151023-Table_of_contents.pdf

Download (261kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S-1151023-bibliography.pdf

Download (300kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S-1251057-Abstract_id.pdf

Download (279kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S-1151023-chapter1.pdf

Download (687kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S-1151023-chapter2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
S-1151023-chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (557kB)
[img] Text
S-1151023-chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
S-1151023-chapter5.pdf

Download (273kB) | Preview

Abstract

Pembangunan ketenagakerjaan Indonesia mempunyai banyak dimensi dan keterkaitan. Keterkaitan itu tidak hanya dengan kepentingan tenaga kerja selama, sebelum dan sesudah masa kerja tetapi juga keterkaitan dengan kepentingan pengusaha, pemerintah dan masyarakat. ketenagakerjaan tidak pernah lepas dari adanya upah. Upah balas jasa yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Pemberian upah atau balas jasa ini dimaksud untuk menjaga keberadaan karyawan di perusahaan, menjaga semangat kerja karyawan dan tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan yang akhirnya akan memberi manfaat kepada masyarakat. Upah merupakan masalah yang menarik dan penting bagi perusahaan, karena upah mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pekerja. Namun dalam penetapan upah minimum sering menyebabkan permasalahan antara pengusaha, pekerja, dan juga pemerintah. Berdasarkan hal tersebut, peneliti merumuskan 2 (dua) rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu pertama, Bagaimana penerapan hukum penyelesaian sengketa penetuan upah minimum kota (UMK) di Kota Batam?, kedua, Apakah mekanisme penentuan upah minimum kota (UMK) yang termuat dalam Surat Keputusan Walikota di kota Batam telah memberikan perlindungan hukum bagi pekerja? Penelitian ini menggunakan landasan konseptual dan teori. Landasan Konseptual berupa Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubingan Industrial, Keputusan Gubernur No. 752 Tahun 2012 Tentang penetapan upah minimum Kota Batam, Permenakertrans No. 7 Tahun 2013 Tentang Pengupahan, Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 20015 Tentang Upah Minimum. Kemudian, landasan teori yang diadopsi adalah Teori Perlindungan Hukum oleh Satjipto Rahardjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Objek Penelitian ini adalah Putusan Mahkamah Agung dan PT. Chuck Engineering Batam. Oleh sebab itu, metode analisis data dalam penelitian ini disebut kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan upah minimum kota sudah diterapkan dengan baik sesuai peraturan peraturan perundang-undangan dan sudah mementingkan hak-hak pekerja didalamnya dilihat dari Putusan Mahkamah Agung dan Penerapan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum Ketenagakerjaan, Penetapan Upah Minimum
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: School of Law > Law Science
Depositing User: Nadia Dery
Date Deposited: 21 Jun 2018 06:59
Last Modified: 21 Jun 2018 06:59
URI: http://repository.uib.ac.id/id/eprint/665

Actions (login required)

View Item View Item