Akibat Hukum Terhadap Kewajiban Pembayaran Mut’ah dan Nafkah Iddah Oleh Pemohon Talak di Pengadilan Agama Batam

Mahdi, Raden Muhammad (2022) Akibat Hukum Terhadap Kewajiban Pembayaran Mut’ah dan Nafkah Iddah Oleh Pemohon Talak di Pengadilan Agama Batam. Master thesis, Universitas Internasional Batam.

[img] Text
1952007_FF.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (11MB)

Abstract

Kehidupan didalam rumah tangga seringkali tidak berjalan dengan apa yang diharapkan, perselisihan dan ketidakcocokan kerap menjadi pemicu terjadinya perceraian. Ketika terjadi perceraian, maka suami dibebankan suatu kewajiban yaitu pemberian mut’ah dan nafkah iddah kepada mantan istri. Perceraian tidak serta merta menghapus beban kewajiban suami kepada mantan istri serta anak-anak, ada kewajiban yang harus penuhi dan seringkali menjadi perselisihan terkait permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penerapan Hukum Islam terkait Kewajiban Pembayaran Mut’ah dan Nafkah Iddah serta untuk mengetahui akibat hukum tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran tersebut dan upaya hukum yang dapat di lakukan oleh Termohon Talak agar Pemohon Talak melakukan kewajiban pembayaran mut’ah dan nafkah iddah di Pengadilan Agama. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai secara langsung Pemohon dan Termohon cerai talak, Pratisi Hukum atau Pengacara dan Hakim Pengadilan Agama Kelas IA Batam. Metode penelitian ini dilakukan dalam Penulisan ini yaitu dengan menggunakan metode empiris atau studi lapangan di lingkungan Pengadilan Agama Batam Hasil penelitian menunjukan bahwa terhadap penerapan pembayaran mut’ah dan nafkah iddah oleh Pemohon Talak di Pengadilan Agama Batam Kelas IA, didalam Undang-Undang tentang perkawinan serta kompilasi hukum Islam tidak diatur secara implisif mengenai jumlah atau nominal yang harus di penuhi oleh suami. Apabila Pemohon talak belum siap melaksanakan kewajibannya memberikan mut’ah dan nafkah iddah, maka Pemohon talak diberi tenggang waktu selama 6 (enam) bulan, Jika tidak dipenuhi akan mengakibatkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap batal demi hukum, dan perceraian dianggap tidak terjadi. Tidak ada upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Termohon (istri) supaya mantan suami dapat memenuhi kewajibannya untuk melaksanakan ikrar talak di Pengadian Agama Batam. Kata Kunci : Nafkah Iddah, Mut’ah, Talak

Item Type: Thesis (Master)
Subjects: K Law > Hukum Perdata
Divisions: School of Law > Master of Law
Depositing User: Rio Gusma Hendra
Date Deposited: 18 May 2022 10:06
Last Modified: 18 May 2022 10:06
URI: http://repository.uib.ac.id/id/eprint/4225

Actions (login required)

View Item View Item