Analisis Yuridis Efektifitas Penerapan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban dalam Proses Pemeriksaan Perkara Pidana di Kota Batam (Studi pada Kepolisian Resor Kota Barelang)

Elin, Cang (2020) Analisis Yuridis Efektifitas Penerapan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban dalam Proses Pemeriksaan Perkara Pidana di Kota Batam (Studi pada Kepolisian Resor Kota Barelang). Undergraduate thesis, Universitas Internasional Batam.

[img] Text
s-1651046-abstract-en.pdf

Download (913kB)
[img] Text
s-1651046-abstract-id.pdf

Download (913kB)
[img] Text
s-1651046-bibliography.pdf

Download (1MB)
[img] Text
s-1651046-chapter1.pdf

Download (2MB)
[img] Text
s-1651046-chapter2.pdf

Download (255kB)
[img] Text
s-1651046-chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
s-1651046-chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (555kB) | Request a copy
[img] Text
s-1651046-chapter5.pdf

Download (2MB)
[img] Text
s-1651046-cover-id.pdf

Download (20kB)

Abstract

Saksi adalah orang yang melihat, mendengar, dan mengalami langsung kejadian suatu tindakan pidana keterangan yang disampaikan oleh saksi dapat membantu proses penyidikan sampai pada tahap pengadilan guna mengetahui tersangka tindak pidana yang sebenarnya, sedangkan korban adalah orang yang mengalami langsung kejadiaan tindak pidana yang menimbulkan kerugian baik secara materil maupun kerugian terhadap fisik dirinya. Untuk di Kota Batam masih ada saksi dan/atau korban yang dimintai keterangan tetapi mereka tidak mau menyampaikan keterangannya karena takut adanya ancaman dari pelaku maupun keluarga pelaku, kterangan dari saksi dan/atau korban sangat diperlukan untuk mengetahui kronologi kejadian tindak pidana. Dari penjelasan diatas peneliti tertarik untuk mengkaji mengenai bagaimana kedudukan dan efektifitas saksi dan/atau korban dalam pelaksanaan perlindungan saksi dan/atau korban sebagaimana ditinjau dari Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, yang mana dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian dari data primer yang penulis ambil dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat yang berdomisili di Kota Batam dan melakukan wawancara kepada beberapa Kepolisian di Kota Batam sedangkan data sekunder penulis mengambil dari buku-buku, Undang-undang dan studi kepustakaan lainnya. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa saksi dan korban memiliki kedudukan yang di utamakan keterangannya pada saat proses pemeriksaan perkara pidana baik pada tahap penyidikan sampai pada tahap pemeriksaan pengadilan, pelaksanaan perlindungan sebagaimana dalam Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban di Kota Batam belum efektif sepenuhnya karena masih ada beberapa hak-hak saksi dan/atau korban tidak dapat dipenuhi oleh pihak Kepolisian karena tidak memiliki kewenangan khusus dan anggaran khusus untuk memberikan perlindungan kepada saksi dan/atau korban dalam proses tindak pidana di Kota Batam. ********************************************************************** Witness is a person who sees, hears, and directly experiences the occurrence of a criminal act. The information conveyed by the witness can assist the investigation process to the court to reveal the actual criminal suspect. Meanwhile, victim is a person experiencing the occurrence of a criminal act that causes harm materially or physically. In Batam, some witnesses and/or victims are questioned but they do not want to reveal information for the fear of threats from the perpetrators or the perpetrators' families, on the other hand, statements of witnesses and/or victims are extremely necessary to find out the chronology of criminal events. From the explanation above, the researcher is interested in studying the position and effectiveness of witnesses and/or victims in the implementation of witness and/or victim protection as reviewed from the Witness and Victim Protection Act. This study uses empirical research methods which in this study the writer used research from primary data taken by distributing questionnaires to people living in Batam City and conducting interviews with several police in Batam city while the secondary data were taken from books, Laws and other literature studies. The results of this study are witnesses and victims have priority in their statements during the investigation process of criminal cases both at the investigation stage and the court investigation stage. The implementation of protection as in the Act on Witness and Victim Protection in Batam City has not been fully effective because there are several rights of witnesses and/or victims that cannot be fulfilled by the Police since there are no special authority and special budget to provide protection for witnesses and/or victims in criminal cases in Batam city.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Similarity: 24
Uncontrolled Keywords: Effectiveness, Witnesses and Victims, Criminal Case
Subjects: K Law > Hukum Pidana
K Law
Divisions: School of Law > Law Science
SWORD Depositor: Admin Repository Universitas Internasional Batam
Depositing User: Admin Repository Universitas Internasional Batam
Date Deposited: 22 Apr 2020 10:01
Last Modified: 27 Apr 2020 04:30
URI: http://repository.uib.ac.id/id/eprint/2053

Actions (login required)

View Item View Item