Tinjauan Yuridis Terhadap Pemasaran Kosmetik Ilegal Secara Online

Silfia, Anggia (2020) Tinjauan Yuridis Terhadap Pemasaran Kosmetik Ilegal Secara Online. Undergraduate thesis, Universitas Internasional Batam.

[img] Text
s-1651124-abstract-en.pdf

Download (641kB)
[img] Text
s-1651124-abstract-id.pdf

Download (643kB)
[img] Text
s-1651124-bibliography.pdf

Download (771kB)
[img] Text
s-1651124-chapter1.pdf

Download (932kB)
[img] Text
s-1651124-chapter2.pdf

Download (610kB)
[img] Text
s-1651124-chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (793kB) | Request a copy
[img] Text
s-1651124-chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
s-1651124-chapter5.pdf

Download (828kB)
[img] Text
s-1651124-cover-id.pdf

Download (62kB)

Abstract

Tujuan penulis melakukan penelitian terhadap kosmetik ilegal yang dipasarkan secara online ini di Indonesia khususnya adalah untuk mengalanisa dan meneliti bagaimana perkembangan terhadap teknologi yang dipadu dengan industri kosmetik yang kini semakin berkembang karena banyaknya peminat terhadap kosmetik terutama pada wanita yang ingin mempercantik dirinya dengan tujuan dapat memaksimalkan rasa percaya dirinya. Hal tersebut membuat para pelaku usaha kerap memanfaatkan peluangnya untuk memproduksi dan membangun usaha kosmetik, dengan persyaratan yang diberikan oleh negara yang menyatakan bahwa sebagai seorang pelaku usaha harus mempunyai ijin untuk memproduksi, mengedarkan dan tentunya dengan stadar mutu yang benar, akan tetapi faktanya sebagian pelaku usaha menganggap bahwa persyaratan yang diberikan sulit dan prosesnya lama, maka dampak negatif yang timbul akibat hal tesebut salah satunya adalah pelaku usaha atau produsen memproduksi dan mengedarkan kosmetiknya belum diuji dalam laboratorium, palsu dan bisa saja berbahaya. Tentu saja hal ini juga berdampak kepada konsumen diluar sana yang senang dengan produk kosmetik dan perawatan kulit karena tergiur dengan promosi dan diskon besar-besaran yang dimana produk kosmetik tersebut merupakan kosmetik ilegal dan membuat orang yang mengkonsumsi mengalami kerugian akibat dari kosmetik ilegal yang ditawarkan dipasaran tanpa informasi yang benar oleh pelaku usaha kosmetik. Dengan adanya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, peraturan ini dapat melindungi para konsumen yang menjadi korban dari produsen atau pelaku usaha yang memproduksi kemudian memasarkan produk kosmetik yang ilegal dan tidak beraturan. ********************************************************************** The writer’s purpose in conducting research on online marketed illegal cosmetics in Indonesia, in particular is to analyse and examine how the development of technology combined with the cosmetics industry is now growing because of the many individuals interested in cosmetics, especially women who want to beautify themselves with the aim of maximizing their self-confidence. This makes business actors often take advantage of their opportunities to produce and establish cosmetics businesses with the requirements given by the state. Business actor must have permission to produce, distribute and of course with the right quality standards, but in fact some business actors assume the requirements given are difficult and the process is time-consuming. Then the negative impacts arising from this matter is business actor or producer of production and distribution cosmetics has not tested products in laboratory, thus, it is fake and could be dangerous. Of course, this also has an impact on consumers who are exultant with illegal cosmetics and skincare products because they are tempted by massive promotions and discounts however it may cause people suffering losses due to illegal cosmetics offered in the market without correct information by cosmetic businesses. Act number 8 of 1999 concerning Consumer Protection can protect consumers victimized by producers or business actors producing and marketing illegal and irregular cosmetic products.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Similarity: 20
Uncontrolled Keywords: E-commerce, Consumer Protection, and illegal Cosmetics.
Subjects: K Law > Hukum Pidana
K Law
Divisions: School of Law > Law Science
SWORD Depositor: Admin Repository Universitas Internasional Batam
Depositing User: Admin Repository Universitas Internasional Batam
Date Deposited: 22 Apr 2020 09:57
Last Modified: 27 Apr 2020 04:25
URI: http://repository.uib.ac.id/id/eprint/2048

Actions (login required)

View Item View Item